tugas manajemen kelas
KONSEP MANAJEMEN KELAS
(DR.
Hadari Nawawi) berpendapat bahwa Manajemen Kelas diartikan sebagai kemampuan
guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian
kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan
kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang
tersedia dapatdimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan
kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.
Dari
uraian diatas jelas bahwa program kelas akan berkembang bilamana guru/walikelas
mendayagunakan secara maksimal potensi kelas yang terdiri dari tiga unsur yaitu
; guru, murid, dan proses atau dinamika kelas.
maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa Manajemen Kelas merupakan upaya mengelola siswa
didalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan
suasana/kondisi kelas yang menunjang program pengajaran dengan jalan
menciptakan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan
berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah.
TUJUAN MANAJEMEN KELAS
Tugas
guru yang utama dalam pembelajaran adalah menciptakan suasana di dalam kelas
agar terjadi interaksi belajar mengajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Oleh
sebab itu, guru dan wali kelas dituntut memiliki kemampuan yang inovatif dalam mengelola
kelas. Dengan pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat tercipta kondisi
kelompok belajar yang proporsional terdiri dari lingkungan kelas yang baik yang
memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta tersedia
kesempatan untuk mengurangi ketergantungan pada guru.
Menurut Sudirman yang di ambil dari
bukunya Syaiful Bahri Djamarah menyatakan bahwa:
“Tujuan
pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara
umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan
belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.
Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja,
terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana
disiplin,perkembangan intelektual, emosionaal dan sikap sertaapresiasi pada
siswa”.
Tujuan
pengelolaan kelas secara umum menurut
Usman yang diambil dari bukunya Sulistiyorini adalah:
“Mengembangkan
kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan
kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan bekerja serta membantu siswa
untuk memperoleh hasil yang diharapkan”.
Tujuan
manajemen kelas atau pengelolaan kelas, menurut
Mulyadi adalah sebagai berikut:
a)
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, sebagai lingkunganpembelajaran yang
memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka semaksimal
mungkin.
b)
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi
pembelajaran.
c)
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta media pembelajaran yang mendukung dan
memungkinka peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional,
dan intelektual mereka dalam kelas.
d)
Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi,
budaya dan sifat-sifat individunya.
PROSES MANAJEMEN KELAS
|
Proses
|
Kriteria
|
|
|
1.
Tujuan, manfaat, hasil yang dicapai sasaran yang
dirumuskan secara jelas.
2.
Pedoman manajemen kelas disusun secara jelas dan
dapat diaplikasikan oleh pengguna.
3.
Standar kinerja guru yang disusun dapat
diaplikasikan oleh pengguna.
4.
Standar kinerja guru yang disusun dapat
diaplikasikan dan terukur.
5.
Sumber daya utama dan pendukung pelaksana
pembelajaran dikelas dipersiapkan sedemikian rupa untuk pelaksanaan kegiatan
yang efektif dan efesien.
|
|
Pelaksanaan
|
1.
Satuan waktu pelajaran ditetapkan sesuai denga
substansi dan tujuan kegiatan.
2.
Penentuan sumber daya disesuaikan dengan substansi
dan tujuan kegiatan pembelajaran.
3.
Alokasi sumber daya kelas didasari atas pertimbangan
efisiensi dan efektivitas.
4.
Implementasi program pembelajaran di kelas konsisten
dengan perencanaan yang telah dibuat.
|
|
Evaluasi
|
1. Instrumen evaluasi pembelajaran
disusun sesuai dengan tujuan dan cakupan substansi kegiatan.
2. Untuk kegiatan pembelajaran
tertentu, evaluasi mencakup pre-test untuk mengukur nilai tambah setiap sesi
pembelajaran.
3. Dilakukan analisis kesenjangan
antara kompetensi dan kinerja yang diharapkan dengan nyata.
4. Setiap kegiatan dievaluasi
pembelajaran dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, terutama
kepala sekolah, staf orang tuadan siswa.
|
|
Tindak
Lanjut
|
1. Hasil evaluasi menjadi acuan
penyempurnaan program pembelajaran dan manajemen kelas.
2. Evaluasi hasil menjadi acuan
perencanaa baru program pembelajaran dan manajemen kelas.
|
Danim dan Yunan Danim (2013 : 82-83 )
STRATEGI MANAJEMEN KELAS
Strategi pengelolaan
kelas adalah pola
atau siasat, yang
menggambarkan langkah
langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan
mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar
optimal, aktif, dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai
tujuan pembelajaran
Ragam strategi pengelolaan kelas meliputi:
1. Penataan
lingkungan belajar Lingkugan belajar di kelas sebagagai situasi buatan yang
berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat di klasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan
lingkungan sosial.
2. Pengelolaan
lingkungan fisik meliputi penataan
ruang kelas, pengaturan
tempat duduk, ventilasi
dan pengaturan cahaya
yang cukup menjamin kesehatan
siswa dan pengaturan
penyimpanan barang yang diatur
sedemikian rupa sehingga
barang-barang tersebut segera
dapat digunakan.
3. Pengelolaan lingkungan
sosial meliputi interaksi
guru dansiswa, siswa dengan
siswa, dan siswa, guru, serta lingkungan sekitarnya.
Iklim kelas
yang kondusif merupakan
pertimbangan utama dan memberikan daya
tarik tersendiri bagi
proses pembelajaran. Iklim
belajar kondusif harus ditunjang
oleh beberapa fasilitas
yang menyenangkan demi kelancaran proses
pembelajaran. Seperti sarana, penataan
kelas, laboratorium untuk praktek,
pengaturan lingkungan belajar,
penampilan dan sikap
guru, hubungan yang harmonis
antara peserta didik
sendiri, serta penataan organisasi dan
bahasan pembelajaran secara tepat
sesuai dengan kemampuan peserta didik Segala sesuatu
dalam lingkungan kelas
menyampaikan pesan yang memacu
atau menghambat belajar.Segala yang
dapat kita lihat,
biasanya memberi inspirasi untuk
melahirkan pikiran yang
orisinil.Demikian juga lingkungan belajar
yang tertata rapih
memberi inspirasi berpikir
yang cermat dan kekuatan
belajar.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas secara fisik adalah:
a.Penataan
bangku dalam kelas Dekorasi
interior kelas perlu
dirancang yang memungkinkan
siswa belajar secara aktif, yakni
menyenangkan dan menantang.Formasi bangku dalam
kelas dapat dengan
mudah dipindah-pindah, maka
sangat mungkin menggunakan
formasi ini sesuai dengan yang diinginkan.
b.Hiasan
dinding merupakan panjangan
pesan yang setiap
hari bisa dirubah, diganti sesuai pesan yang ingin
disampaikan.
c.Papan
tulis, kapur tulis, dan lain-lain Ukurannya
disesuaikan, warnanya harus
kontras, penempatannya
memperhatikan estetika dan terjangkau oleh anak didik.
d.Halaman
sekolah Manajemen sekolah wajib membuat segalanya
hidup, memberi pesan dan
membawa kesan. Kebersihan akan
membawa rasa nyaman saat belajar.
Guru memeriksa keberhasilan
dan ketertiban kelas
dan halaman sekolah Selain pengelolaan
kelas secara fisik
yang telah disebutkan
diatas seorang guru juga sebaiknya mengelola
lingkungan sosial di
dalam kelas dengan baik,
pengelolaan sosial di
dalam kelas bisa
dengan menerapkan berbagai macam
metode pembelajaran yang berfariasi.
Cara pengajaran
guru (pendidik) dalam rangka
memelihara kondisi dan suasana
belajar yang efektif, maka
guru harus mampu
memilih cara yang tepat
dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena mengajar
adalah hal yang kompleks
dan melibatkan peserta didik yang
bervariasi, maka seorang pendidik
harus mampu dan menguasai beragam
strategi dan perspektif serta
dapat mengaplikasikannya secara
fleksibel. Dalam hal ini
guru harus mampu
menguasai materi pelajaran,
strategi pengajaran,m empunyai keahlian
mengelola kelas, keahlian
motivasional, keahlian
komunikasi dan dapat
bekerja secara efektif
dengan murid dari latar
belakang kultural yang beragam.
Dalam
meningkatkan pembelajaran yang efektif dalam bentuk dampak instruksional
dan untuk mengarahakan
dampak pengiring terhadap
hal-hal yang positif, guru
harus mampu menciptakan
pembelajaran yang efektif dengan cara
pengajaran tertentu.
DAFTAR
RUJUKAN
Hadari
Nawawi, Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas Sebagai Lembaga Pendidikan,
(Jakarta:Gunung
Agung, 1982)
Novan
Ardy Wiyani, Manajemen Kelas, (Jokjakarta:Ar-Ruzz Media 2013)
Syaiful
Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar
18
Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif
(Jakarta:
Rajawali
Pers, 1992), 812
21Ali
Imron dkk , Manajemen Pendidikan (Malang : Universitas Negeri Malang, 2003), 43
Sangat bermanfaat kak, terimakasih kak 🙏
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapussangat membantu kak..
BalasHapusWahh mantul kak
BalasHapusBagusss sekaliii👍👍
BalasHapusSangat membantu ukhti, terimakasih
BalasHapussangat membantu dan bermanfaat sekali
BalasHapusMaterinya sangat membantu
BalasHapusPenulisannya rapi dan mudah di pahami
BalasHapusMateri nya sangat bermanfaat kak
BalasHapusMateri nya sangat bermanfaat dan materi nya juga mudah di pahamii
BalasHapusMakasih kak.. Materinya sangat bagus
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapus