MANAJEMEN PEMBELAJARAN

Konsep manajemen pembelajaran

manajemen pembelajaran adalah proses pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajar yang dimulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan penilaian dalamrangka mencapai tujuan pendidikan. Manajemen pembelajaran memiliki arti penting dalam sebuah proses pendidikan., dimana dengan adanya manajemen dalam sebuah proses pembelajaran diharapkan tujuan pembelajaran akan terpenuhi, sehingga langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan hingga evaluasi mampu mewujudkan pencapaian tujuan pembelajaran pada umumnya dan efektivitas belajar bagi peserta didik pada khususnya. Karena dengan manajemen pembelajaran yang baik tentunya juga akan berdampak pada kegiatan pembelajaran yang terarah dan mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang optimal.

Tujuan manajemen pembelajaran

Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuanpendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Tujuan pokok mempelajari manajemen pembelajaran adalah
untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. 
Secara rinci tujuan manajemen pendidikan antara lain:

a) Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
b) terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dannegara.
c) Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
d) Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan
tugas administrasi pendidikan.
e) Teratasinya masalah mutu pendidikan.

Peran guru dalam manajemen kelas

            Peran seorang guru pada manajemen kelas khususnya pengelolaan kelasdalam proses pemelajaran sangatlah penting dalam men2iptakan suasana pemelajaran yang nyaman demi ter2apainya keberhasilan pendidikan yang baik.  Peran guru disini yaitu guru mempunyai dokumen silabus,disertai dengan berita sa2ara kegiatan pengembangan silabus, menyusun danmengembangkan rPP, membiasakan siswa menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan atau madrasah, melaksanakan pengelolaan sesuai dengan kaidah, mengatur tempat duduk sesuai dengankarakteristik siswa dan mata pelajaran, menyesuaikan materi pelajarandengan ke2epatan dan kemampuan belajar siswa, men2iptakan kenyamanan,ketertiban, kedisiplinan, keselamatan dan kepatuhan pada peraturan dalammenyelenggarakan proses pembelajaran, memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung, menghargai siswa tanpa memandang latar belakang agama,suku, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi, menghargai pendapat siswa,memahami dan memiliki keterampilan dalam pengelolaan kelas sehinggatujuan dari pengelolaan itu sendiri ter2apai misalnya seorang guru haruskreati3 men2iptakan media pembelajaran agar terkesan menarik danmenyenangkan sehingga memicu motivasi siswa untuk semangat dalam belajar, mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikandalam situasi yang menyenangkan untuk men2apai tujuan pembelajaran.

KODE ETIK GURU INDONESIA

1.      Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2.      Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5.      Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.      Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9.      Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.























DAFTAR RUJUKAN
Dayat, Pengertian Manajemen Pendidikan, http://jurnal sdm. blogspot.com/2015/08/teori-pengantar-manajemen-definisi.html

 Nanang  Fattah, Landasan  Manajemen  Pendidikan,  (Bandung:  PT.  Remaja Rosdakarya, 2004), 159

Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1996, hlm. 7-8

Listyarini,  Wuri  Prastiwi.  2012.  Pengelolaan  Kelas  di  SD  Pajang  03  No.206
Kecamatan  Laweyan  Surakarta  Tahun  2012.Skripsi
studi  S-1  UniversitasMuhammadiyah Surakarta


.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas manajemen 14

Tugas 12

tugas manajemen kelas